
Mungkin
banyak dari masyarakat yang bertanya, mengapa saya begitu antusias
menyebarluaskan entrepreneurship seolah-olah saya ingin semua orang menjadi
entrepreneur. Lalu siapa yang akan menjadi karyawan jika semua menjadi
entrepreneur? Begitu seloroh orang.
Tentu saja
tidak demikian. Setiap orang memiliki panggilan hidupnya masing-masing. Ada
yang panggilan hidupnya menjadi entrepreneur, ada yang menjadi profesional, ada
pula yang menjadi pegawai, ada yang sebagai seniman dan sebagainya. Itu semua
sangat bervariasi.
Menjadi
seorang pemilik (owner) atau entrepreneur membutuhkan semangat dan
kemauan yang besar, dan tidak semua orang mampu menjalani jalan hidup sebagai
entrepreneur. Tetapi ada sebagian orang yang merasa bahwa mereka ingin lebih
mandiri, lebih merdeka dalam menentukan nasib dan masa depan mereka. Inilah
orang-orang yang saya yakin perlu diajak untuk menjadi entrepreneur. Dan kita
perlu mempermudah jalan mereka menuju cita-cita itu. Jangan sampai kita biarkan
mereka berjuang sendiri, tidak diperhatikan. Semangat yang tinggi dan kemauan yang
sedemikian besar itu jangan sampai disia-siakan oleh bangsa ini.
Untuk mereka
yang tidak sanggup menjadi entrepreneur atau merasa bahwa berkecimpung dalam
bisnis bukan apa yang menjadi jalan hidup mereka, silakan saja dijalani dengan
sepenuh hati. Dan pada dasarnya, nilai-nilai entrepreneurship itu lebih luas
cakupannya dari hanya bidang bisnis/ industri. Entrepreneurship sebenarnya
sudah ada dalam sendi-sendi kehidupan seperti seni, pemerintahan, sosial, dan
sebagainya. Jadi meskipun Anda merasa tidak mampu menjadi owner, jangan
khawatir, amalkanlah nilai dan prinsip entrepreneurship seperti keberanian
mengambil risiko terukur dan pola pikir inovatif dalam setiap pekerjaan yang
Anda jalani. *) Artikel Bisnis
(By : Departemen Kewirausahaan Gamais)





Posting Komentar