Slider

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Moslempreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslempreneur. Tampilkan semua postingan

Kita Tidak Bisa Menciptakan Uang, Uang Itu Kita Peroleh dari Kantong Orang Lain

Written By Unknown on Rabu, 17 September 2014 | 09.16

Apakah anda punya keahlian dalam memproduksi suatu barang? misalnya Kue kering atau kerajinan tangan. Setelah anda membuatnya coba anda masukan dalam kotak, setelah beberapa hari coba anda buka, apakah kue tersebut berubah jadi uang? Tentu saja tidak mungkin sama sekali, alias mustahil. Tukang sulap aja tidak bisa mengubahnya. Mereka juga cari duit, dengan cara melakukan pertunjukan sulap di jalanan atau di televisi.
Begitu pula dengan usaha bidang jasa. Misalnya anda bergerak dibidang jasa service komputer, lalu anda memperbaiki komputer anda sendiri. Kira-kira apakah ada orang yang akan membayar anda karena telah menyervice komputer sendiri? Jawabannya juga: pasti tidak. Kalau begitu, pertanyaannya kita ubah, “bagaimanakah produk atau jasa yang kita punya bisa berubah jadi uang?”
Jawabannya sudah pasti kita tahu, “Dengan menjual barang / jasa tersebut kepada orang lain”. Sudah kita maklumi, bahwa kita tidak bisa menciptakan uang. Karena, yang berwenang mencetaknya adalah lembaga tertentu. Kita juga tidak bisa membuat emas, ia hanya bisa diperoleh atau didulang dari tempat-tempat tertentu di muka bumi.
Kita hanya bisa berusaha membuat uang berpindah dari tangan orang lain masuk dalam kantong kita (tentunya dengan cara halal). Cara inilah yang disebut transaksi. Makin banyak orang yang kita kenal, makin banyak yang bisa diajak bertransaksi. Makin banyak transaksi, makin mengalir pula uang ke kocek kita. Maka sungguh cocok bila pembahasan hukum perdagangan dalam Islam disebut dengan fiqh muamalat, yaitu artinya, hukum Islam yang membahas hubungan aqad (interaksi) antara sesama manusia. Karena, praktek nyata ilmu tersebut terjadi berupa interaksi antara seorang idividu dengan orang lain. Yang dimulai dengan pembahasan interaksi dalam jual-beli. Tidak ada yang mau membuka usaha perdagangan di tengah hutan belantara. Siapa yang kita harapkan mau mendatangi tempat kita. Dikenal dan didatangi orang untuk berbelanja ke toko kita, itulah tujuan setiap pedagang.

Ada beberapa kiat yang bisa diterapkan untuk memperbanyak pelanggan, di antaranya:

Network
Memperbanyak kenalan, teman, sahabat dan kolega, inilah yang disebut-sebut oleh para motivator dengan sebutan “networking”, yaitu membuat jaringan / komunitas, atau masuk dalam komunitas yang telah ada. Karena hal itu akan menghasilkan banyak teman, juga makin banyak koneksi dan kolega, sehingga dengan mudah kita  perkenalkan produk atau jasa yang kita miliki kepada mereka untuk mereka manfaatkan.
Biasanya seorang teman akan mudah menjadi pelanggan dibandingkan seorang pelanggan yang akan menjadi teman. Bukankah tujuan mengiklankan barang agar banyak orang yang tahu? Biasanya, iklan dari kenalan lebih diperhatikan daripada iklan dari “orang asing.
Coba kita perhatikan, bila KFC atau Pizza Hut mengiklankan adanya sajian menu baru, pasti para “kenalannya” tidak akan curiga dengan kelezatannya, semua tertarik untuk mencicipinya.
Begitu pula para “kenalan” Iphone atau Blackberry, dengan setia mereka menunggu produk baru, walaupun produk tersebut tidak jauh beda dengan sebelumnya. Itu semua disebabkan mereka telah memiliki jaringan pelanggan yang setia.

Costumer oriented (orientasi mendapatkan pelanggan)
Bagi para pendatang baru di dunia bisnis, biasanya lebih terfokus bagaimana produknya bisa laku terjual, mendapatkan keuntungan pertama sebagai “penglaris”. Namun, terkadang lupa dengan kontinuitas usaha, sehingga produk tersendat di saat pelanggan sedang mencarinya; atau modal keburu habis di kala sudah mulai dikenal dan dicari pelanggan. Akhirnya akan menimbulkan kekecewaan dari pelanggan.
Hendaknya usaha lebih terfokus pada costumer oriented, bukan profit oriented Dengan cara:
1.      Kualitas dan kuantitas barang harus didahulukan, untuk memuaskan pelanggan.
2.      Walaupun keuntungan per item sedikit, tapi kalau pembelinya banyak kan kalkulasinya juga besar.

Memperkenalkan diri
Kendala pertama yang dimiliki oleh produk baru adalah “belum dikenal”. Ini sebenarnya bukan kendala, walaupun disebut dengan kendala, tapi toh kita sudah tahu solusinya, yaitu “memperkenalkan”. Kalau sudah terkenal, maka jangan heran kalau produk anda menjadi maskot dari produk sejenis. Buktinya, mungkin kita bisa tahu dari pasaran sekarang. Kalau ada yang mencari teh botol pasti yang terbayang adalah sosro; untuk air minum kemasan pasti orang menyebutnya “aqua”. Ini semua karena merekalah yang memperkenalkan pertama sekali dan sekarang punya kenalan yang sangat banyak. Namun, jangan hanya melihat bagaimana terkanalnya mereka sekarang, tapi lirik juga bagaimana pahit dan getirnya usaha mereka saat pertama memperkenalkan produk mereka. Pasti tidak jauh berbeda dengan yang anda rasakan.

Menjemput bola
Terkadang konsumen tahu suatu barang ada di toko ini, tapi untuk ke sana tidak ada waktu atau repot. Di sini lah kita punya kesempatan menjemput bola. Dengan memberi pelayanan lebih seperti antar jemput pelanggan.

Iklan dari jari ke jari
Mungkin dulu orang menyebutnya “iklan dari mulut ke mulut”, tapi sekarang bisa diungkapkan dengan “dari jari ke jari”. Karena, untuk zaman sekarang, dengan gerakan jari saja dengan mudah menyebarkan informasi ke seluruh dunia. Sosial media, itulah sarananya.
Mungkin pernah anda dengar atau mencicipi keripik pedas (berlevel) Maicih? Awal ia terkenal hanyalah berbekal pemberitahuan di dunia maya, medsos twitter. Hingga pada akhirnya ia terkenal di dunia nyata. Bila seorang public figur memuji produk kita, maka tunggu saja gelinding bola salju yang akan “menghantam” produk anda.

Apabila sudah terkenal
Ini yang lebih berat dari “perkenalan pertama”, yaitu mempertahankan image. Orang yang menggunakan produk / jasa kita bukanlah orang yang kena pelet sehingga bisa  disetir semaunya. Mereka punya mood dan selera, punya pilihan untuk mencari yang lebih bermanfaat. Jadi, mempertahankan kualitas setelah dikenal adalah faktor yang harus dititikberatkan oleh setiap produsen.

Semoga kita bisa segera memulai dan mengembangkan usaha yang akan atau sedang kita jalani. BERGERAK, BERINOVASI DAN BERPRODUKSI.

By: Departemen Kewirausahaan Gamais


Sumber:
http://pengusahamuslim.com

Satu Kunci Jadi Wirausaha Ala BJ Habibie

Written By Unknown on Kamis, 15 Mei 2014 | 17.16

Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, menjelaskan, ada satu kunci menjadi wirausaha. Ini akan menjadi modal dasar bagi semua wirausaha untuk berbisnis di segala kondisi.

"Kuncinya hanya satu, harus berorientasi pada pasar," kata Habibie saat konferensi pers pada acara Wirausaha Muda Mandiri di Jakarta Convention Center, Kamis (17/1/2013).

Menurut Habibie, orientasi pasar ini begitu penting karena semua yang berbisnis akan berorientasi pada penjualan. Jika penjualan tidak ada pasarnya, berbisnis pun jadi nihil. Orientasi pasar ini merupakan hal yang wajar dan sesuatu yang normal. Saat berbisnis apa pun, pengusaha diminta untuk tidak meninggalkan orientasi pasar yang akan disasar.

Habibie mencontohkan, dia rela kembali ke Indonesia dan membuat industri strategis berupa bisnis pembuatan pesawat terbang. Sebenarnya, bisnis pesawat terbang itu kecil, volumenya tinggi, dan bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Buktinya, PT Dirgantara Indonesia yang dia rintis memiliki jumlah pekerja hingga 48.000 orang. Namun karena rezim Orde Baru yang melemahkan PT Dirgantara Indonesia, kini jumlah pekerjanya tersisa hanya 4.000 orang.

"Kita pernah berjaya dengan industri pesawat terbang tersebut, tapi kini mau mati suri. Industri ini harus dibangkitkan kembali. Kalau tidak, kita akan kembali ke zaman 1945, ketika kita tidak memiliki industri itu," kenangnya.

Menurut dia, berbisnis tidak perlu tips dan trik. Untuk trik, hal itu justru merupakan sesuatu yang tidak layak dan tidak perlu dilakukan.

Untuk tips, Habibie berpesan bahwa semua orang, baik berbisnis maupun tidak, harus kredibel dalam segala kondisi. Artinya, orang tersebut harus bisa dipercaya bagi setiap orang yang menemuinya.

"Kalau itu Anda bisa lakukan, uang akan mengejar Anda," tuturnya.

Sumber: kompas.com


(By: Departemen Kewirausahaan Gamais)

15 Langkah untuk Memulai Sebuah Bisnis

Saya ingin sekali jadi entrepreneur. Tapi saya gak tau harus mulai dari mana. Apa yang harus saya lakukan?

Pertanyaan itu sering sekali muncul. Jawabannya cukup sederhana saja: Ya sudah, situ jalan-jalan saja ke pasar, lihat-lihat berbagai macam produk yang ditawarkan, mulai dari snack, fashion atau apa saja. Lalu belilah borongan. Kemudian kemaslah kembali dengan nama dan merek milikmu sendiri.

Tapi, sebenernya menjadi seorang entrepreneur itu tidak cukup hanya itu. kalau hanya samapai di situ, itu baru jadi seorang pedagang, belum pebisnis. Nah, apa saja yang kita perlukan untuk memulai sebuah bisnis? Ayo kita simak satu persatu.

1.      Miliki mimpi besar
Beranilah bermimpi. Ya, impikanlah bisnis anda seperti apa setahun, 2 tahun dan 10 tahun kedepan. Tuliskan mimpi itu pada secarik kertas atau buku harian. Visualisasikan pula dengan gambar-gambar. Memiliki impian berarti punya tujuan atau GOAL yang terukur. Ini sangat penting, karena semua hal-hal besar diawali dari mimpi. Jangan takut atau malu bermimpi yang besar, karena sebenernya gak ada mimpi yang terlalu besar untuk dicapai, yang ada adalah action untuk mencapai mimpi itu yang terlalu kecil.

2.      Mulai wujudkan mimpi dengan tindakan
Segera sesuaikan mimpi dengan tindakan kecil. Lakukanlah segala sesuatu yang menuju ke tercapaian sebuah impian. Lakukanlah seolah-olah mimpi itu sudah sangat dekat, atau hampir tercapai dengan sedikit lagi tindakan nyata. Misal, anda bermimpi jadi pebisnis EO (Entrepreneur Organisation) sukses, maka segeralah organisasi sebuah even di sekolah atau kampusmu atau di desamu. Lakukan itu dengan sungguh-sungguh sehingga bisa berjalan dengan sukses dan diingat orang. Dengan begitu, kamu mulai menuju ke impianmu, dan segera kamu akan dikenal orang sebagai organisatoris even yang handal. Bergaullah dengan orang-orang yang punya minat sejenis untuk belajar bagaimana menjalankan sebuah EO.

3.      Yakin dengan pilihan bisnis yang dipilih
Fokuslah pada bisnis anda, dan yakinlah bahwa pilihan bisnis ini akan mengantarkan anda pada kesuksesan di masa yang akan datang. Sambil perbaiki terus kualitas layanan dan produk anda. Anda harus meyakini pilihan produk dan layanan anda adalah layanan dan produk berkualitas agar anda dengan mudah pula meyakinkan calon pembeli barang atau jasa anda.

4.      Jangan takut salah
Lakukan saja, jangan takut berbuat kesalahan. Kesalahan itu biasa dalam hidup. ynag terpenting dari kesalahan itu adalah proses belajarnya. Jangan takut ambil keputusan. Karena sesungguhnya, tidak ada keputusan yang salah. Lakukan saja, suatu saat kamu akan mensyukuri keputusan ‘salah’ yang kamu ambil sebagai sebuah keberuntungan dan pelajaran besar.

5.      Mencontoh orang lain itu boleh, tapi tetaplah unik
Mau sukses dgn cara sederhana? Belajarlah dari orang-orang yg telah terlebih dahulu berhasil. BUT, Jangan meng-copy paste CARA SUKSES orang lain pada diri anda, karena latar belakang dan potensi anda unik dan berbeda dengan mereka. INGAT, Andalah yang paling tau apa yg cocok dan bagus untuk Anda sendiri. Apa yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok anda terapkan untuk diri anda sendiri. Meniru lalu sesuaikan.

6.      Belajar secara paripurna
Teruslah belajar memahami bisnis yang anda pilih. Anda harus jadi expert di pilihan anda dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam. Lakukan proses pembelajaran ini sambil terus menjalankan bisnis. Carilah celah dan informasi sebanyak-banyaknya sambil jalan. Lakukan itu dengan senang hati.

7.      Hormati Orang lain
Perlakukan orang lain dengan penuh hormat. Apalagi itu calon pelanggan maupun pelanggan anda. Banyak bisnis rusak karena lupa dengan hal ini. Banyak bisnis rusak karena ketika pelanggan belum membeli, begitu dilayani dengan baik, tapi setelah membeli, layanan jadi berubah. Ingatlah, pelanggan itulah yang kita perlukan untuk bisnis kita, buka sebaliknya. Ya, kita yang butuh pelanggan, bukan pelanggan yang butuh kita. Maka perlakukan semua orang denga penuh hormat, sehingga tidak cuma bisnis yang anda dapatkan, tapi persaudaraan baru.

8.      Hormati juga pesaing Anda
Perlakukan pesaing sebagai partner belajar. Lihat dan perhatikan dengan seksama apa kelebihan dan kekurangan pesaing. Lalu sempurnakan dalam bisnis anda. Jangan antipati pada persaingan. Hormati persaingan sebagai ajang mengukur diri. Perbaiki diri terus, inovasi terus. tujuannya bukan untuk mematikan pesaing, tapi untuk memenangkan pelanggan.

9.      Siap berkorban dan pantang menyerah
Jangan terburu-buru memikirkan keuntungan, berkorbanlah materi, waktu dan tenaga untuk membangun bisnis. Lakukanlah penuh determinasi tinggi, bahkan sampai seharusnya sudah bosan, tetaplah lakukan dengan penuh passion. Kebanyakan orang sukses adalah orang yang ‘ngeyel’ dengan kebosanannya. Saat orang lain bosan, anda tetap melakukannya secara konsisten dan berinovasi terus.

10. Belajar berkomunikasi dengan benar
Yup, belajarlah berkomunikasi dengan baik. Karena dengan komunikasi yang benar, jujur dan terukur, anda bisa menyampaikan apa keinginan anda pada orang lain. Komunikasi itu meliputi pemilihan kata, intonasi, gestur tubuh dan mimik muka. Belajarlah berkomunikasi pada ahlinya. Yang terpenting, jujur nomer satu!

11.  Jangan ragu menggunakan mentor atau penasihat
Agar bisnis cepat berkembang, gunakanlah konsultan atau mentor. Bergaullah dengan orang-orang yang telah sukses terlebih dahulu. jadikanlah mereka mentor yang siap membimbingmu menuju kesuksesan juga.

12. Selalu berpikir positif
Membangun bisnis tidak selalu akan mendapat dukungan dari orang-orang di sekitar kita. Mereka mungkin saja akan mencemooh atau bahkan berusaha menghentikan langkah Anda. Jauhi perkataan negatif tersebut dan fokuslah kepada orang-orang yang mendorong dan menginspirasi Anda untuk terus maju.

13.  Manfaatkan teknologi
Teknologi adalah fasilitas. Manfaatkan. Terutama teknologi informasi seperti internet. Manfaatkan sebaik mungkin. Belajarlah menggunakan teknologi untuk membangun bisnis anda.

14. Have fun. Yup! Have fun!
Lakukanlah bisnis yang Anda sukai. Lakukanlah dengan senang hati. Lakukanlah dengan penuh gairah. Kewirausahaan tak ubahnya seperti roller coaster, kadang-kadang Anda ada di atas dan kadang-kadang di bawah. Nikmatilah setiap prosesnya, dan perjalanan Anda akan terasa lebih menyenangkan. Ya, have fun-lah dengan segala proses yang anda lewati.  Anggaplah semua itu sebuah petualangan yang mengasikkan.

15.  Libatkan Allah selalu...
Last but not least.....
Jangan hanya mengandalkan otakmu. Andalkanlah hati dan Allah. Minta bantuan pada-Nya. Karena kamu libatkan atau tidak, ALLAH tetap terlibat dalam setiap nafas hidupmu...

Itulah beberapa langkah permulaan yang dapat anda lakukan untuk memulai berbisnis. Silahkan tambahkan langkahmu sendiri untuk memulai berbisnis dan mencobanya, jangan pernah takut untuk mencoba dan tiada kata nanti, lakukanlah mulai sekarang dengan kata Bismillahirrohmanirrohim..

(By: Departemen Kewirausahaan Gamais)

Chairul Tanjung, Besar dari Jasa Fotokopi

Written By Unknown on Kamis, 01 Mei 2014 | 16.46


Sosok pengusaha nasional Chairul Tandjung bisa jadi baru mencuat namanya saat mendirikan Bank Mega dan membuat stasiun televisi Trans TV. Tidak semua orang tahu, bahwa ia mengawali belajar bisnis ketika waktu kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Berlatarbelakang dari keluarga kurang berada, Chairul Tanjung muda memang harus berjuang sendiri membiayai kuliahnya sendiri. Uang yang digunakan untuk masuk kuliah  sendiri diperoleh setelah ibunya, Halimah  mengadaikan kain halus. Itupun baru diketahui CT setelah menjalani proses kuliah.

"Jadi saya jadi pengusaha bukan karena pendidikan, bukan karena keturunan orang kaya. Jadi pengusaha karena terpaksa membiayai sekolah sendiri cari uang untuk kuliah," papar CT saat meluncurkan bukunya di toko buku Gramedia Matraman, awal pekan ini.

Berawal dari kebiasaan mahasiswa yang ketika itu harus fotocopy diktat praktikum dari dosen yang rata-rata harus keluarkan Rp 500,00 untuk fotocopy 20 lembar buku dikat di kawasan Salemba.
 
Nah, CT mencari peluang dengan mencari fotocopy yang berani dengan harga rendah. Beruntung dia punya teman yang berani hanya Rp 150,00 per 20 lembar. Lantas buku diktat itu dijual seharga Rp 300,00. Dan laris manis.

"Di hari pertama itu, saya berhasil menjual 100 buku diktat sehingga memperoleh untung Rp 15 ribu. Uang itu menjadi awal kebangkitan. Dari situ untuk mendapatkan puluhan ribu, ratusan bahkan sampai jutaan terasa lebih mudah," paparnya.

Setelah kuliah selesai tahun 1987, dirinya bersama dengan salah seorang rekannya menekuni bisnis dengan membuat CV yang memproduksi sepatu berkembang. Ia mengawalinya dengan meminjam uang Rp 150 juta. Perusahaan berkembang menjadi lima pabrik di bawah induk bernama Para Grup.

Tahun 1995, CT telah memiliki perusahaan Para Multi Finance, di samping mengerjakaan proyek real estate dengan membangun Bandung Super Mall. Usahanya terus berkembang dengan memiliki Bank Mega, Trans TV dan sebagainya.

Lantas bagaimana agar usaha bisa berlangsung sukses? "Kalau ingin berusaha jangan terlalu banyak mikir itung, banyak renacana. Karena rencana jadi bisnis enggak jadi. Jadi pengusaha yakin saja  Gagal tidak apa-apa. Gagal enggak dosa, bukan hal yang memalukan. Yang penting jangan sampai gagal di lubang yang sama," sarannya.

Dikatakannya tidak sekolah bisa jadi pengusaha. Tidak jaminan sekolah jadi pengusaha. Tapi kemungkinan pengusaha bisa sukses lebih besar dibandingkan tidak sekolah. Jadi sekolah penting.

Lantas mengapa dirinya lebih suka mengakusisi dibandingkan dengan membangun bisnis? "Akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha. Waktu saya memulai banyak waktu tapi enggak punya uang. Mulai dari nol. Lama-lama  jadi besar punya uang, tidak punya waktu. Maka yang dilakukan tidak perlu bangun tapi mengakusisi," akunya.

Meski berjaya di berbagai usaha, CT mempunyai satu prinsip yang selalu dipegangnya.  Filosofi bisnis itu satu jangan serakah. Pengen kuasai A-Z. Itulah mengapa saat ada keinginan beberapa orang untuk membangun produk air minum dalam kemasan ia tolak.

"Jangan semua dikerjain sendiri dibagikan dengan yang lain. Fokus saja dimana kita jadi jawara di Indonesia atau internasional," paparnya. (*/Tribunnews)

(By: Departemen Kewirausahaan Gamais)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Gamais Faperta UNSOED - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger